Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup total seluruh pintu masuk wisata akibat kebakaran hutan Gunung Bromo yang menghanguskan sedikitnya 520 hektare lahan hingga awal Agustus 2026.
Penutupan akses wisata tersebut diberlakukan secara resmi sejak Sabtu malam demi keselamatan pengunjung serta kelancaran proses pemadaman.
Kebakaran hebat di kawasan konservasi tersebut melalap berbagai vegetasi khas, termasuk populasi cemara gunung, mentingen, akasia, hingga semak belukar.
Kobaran api di area Lembah Dingklik dilaporkan terus membesar seiring terpaan angin kencang dan kondisi vegetasi yang mengering.
Bencana karhutla di Pulau Jawa pada periode yang sama tidak hanya melanda kawasan Bromo, tetapi juga meluas ke beberapa wilayah lain.
Di Kabupaten Jember, kebakaran melalap area hutan Perhutani seluas 6,5 hektare di Gunung Watangan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.
Sementara di Jawa Barat, pembakaran sampah warga memicu kebakaran dua hektare kebun bambu di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.
Wilayah Jawa Tengah turut mencatatkan peristiwa serupa di kawasan hutan Trowili Kabupaten Jepara seluas dua hektare serta area Cilongok Kabupaten Banyumas seluas tiga hektare.
Dampak ekologis dan kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan Gunung Bromo serta wilayah sekitarnya mempertegas tingginya risiko bencana hidrometeorologi kering tahun ini.
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan gabungan masih terus melakukan penyisiran di lapangan guna mengendalikan titik api yang tersisa.















