Dosen UMBY Dorong Pengembangan Kurikulum Berbasis STEM di Kampus Malaysia

Sejumlah akademisi lintas negara membahas strategi integrasi teknologi sistem pendidikan melalui pendekatan sains dan matematika di Malaysia. (Do. kemdiktisaintek)

FAKTABATAM.ID, NASIONAL – Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta Putri Taqwa Prasetyaningrum mendorong integrasi teknologi digital dalam pengembangan kurikulum berbasis STEM di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia pada Jumat (5/6/2026).

Gagasan tersebut disampaikan secara langsung dalam sebuah forum diskusi kelompok terarah yang mengangkat tema tentang strategi pendekatan pendidikan sains dan teknologi modern.

Kegiatan diskusi akademik lintas negara ini diselenggarakan secara khusus untuk membahas strategi adaptasi sistem pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Pendekatan sains dan matematika dinilai semakin krusial guna mempersiapkan para peserta didik dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri pada era digital.

Forum diskusi internasional ini turut menghadirkan dosen Fakultas Sains dan Matematika Universiti Pendidikan Sultan Idris Mazlini Binti Adnan sebagai pembicara.

Diskusi pendidikan lintas batas ini juga melibatkan perwakilan perguruan tinggi Indonesia lainnya yakni STKIP PGRI Lumajang dan STKIP PGRI Bangkalan.

Pelibatan berbagai institusi pendidikan tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan kurikulum berbasis STEM agar menjadi lebih kontekstual dan kolaboratif antarnegara.

Dalam paparan materinya Putri menyoroti bahwa kurikulum pendidikan saat ini tidak lagi cukup jika hanya berfokus pada penguatan materi sains maupun matematika.

Pemanfaatan teknologi informasi dipandang mutlak diperlukan oleh tenaga pendidik agar seluruh proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan.

Teknologi memiliki peran vital sebagai sarana utama dalam pengolahan data maupun perancangan berbagai solusi digital yang tepat guna bagi dunia pendidikan.

“Pembelajaran berbasis STEM perlu diarahkan agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis data, dan menghasilkan solusi. Teknologi digital dapat menjadi penghubung antara gagasan, proses analisis, dan implementasi solusi secara nyata,” ujar Putri.

Penerapan pendekatan sains dan teknologi tersebut dapat dilakukan secara bertahap melalui tahapan penyusunan rancangan pembelajaran yang matang di tingkat kampus.

Langkah selanjutnya melibatkan tahap pengembangan contoh proyek lintas disiplin ilmu hingga tahap uji coba pada berbagai kegiatan akademik yang relevan.

Kehadiran delegasi kampus asal Yogyakarta dalam kegiatan ini sekaligus mempertegas kontribusi institusi dalam mendukung terwujudnya inovasi pendidikan berskala global.

Keilmuan sistem informasi dinilai memiliki posisi yang sangat strategis karena mampu mengintegrasikan aspek teknologi beserta proses bisnis dan analisis data secara komprehensif.

“Forum ini membuka ruang pertukaran gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia mengenai desain kurikulum, penerapan pendekatan STEM, serta strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi,” tambah Putri.