Dokter Ungkap Gejala Mematikan Infeksi Virus Hanta dari Kotoran Tikus

Penyakit menular yang disebabkan oleh kotoran dan air liur tikus kembali menjadi sorotan setelah merenggut nyawa tiga penumpang kapal pesiar. (Dok. Ist)

Faktabatam.id, NASIONAL – Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius tujuan Tenerife, Spanyol, dilaporkan meninggal dunia akibat terjangkit infeksi virus hanta yang kini kembali menjadi perhatian publik.

Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong Rio Yansen Cikutra menjelaskan bahwa penyakit berbahaya ini ditularkan secara langsung oleh hewan pengerat khususnya tikus.

Penyakit menular ini dapat memicu gangguan kesehatan yang sangat serius pada organ vital manusia seperti paru-paru maupun ginjal.

“Infeksi Hantavirus paling sering terjadi melalui airborne transmission, yakni saat seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi,” kata Rio.

Penularan juga dapat terjadi akibat kontak langsung dengan sarang tikus atau menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi sebelum menyentuh area wajah secara tidak sengaja.

Serangan virus ini menyebabkan dua sindrom utama pada manusia yaitu gangguan pernapasan serta pendarahan akut yang menyerang fungsi ginjal dan pembuluh darah.

Rio memaparkan bahwa gejala klinis dari infeksi virus hanta ini umumnya berkembang dalam dua tahap yang sangat membahayakan nyawa penderita.

Pada tahap awal pasien akan mengalami demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, tubuh lemas, serta berbagai gangguan pencernaan akut.

Kondisi penderita pada tahap lanjutan dapat memburuk dengan munculnya gangguan pernapasan serius akibat penumpukan cairan di dalam organ paru-paru.

Pasien pada fase kritis ini juga berpotensi mengalami perubahan warna kulit menjadi kuning, penurunan tekanan darah secara drastis, hingga berujung pada gagal ginjal.

Masyarakat luas diimbau untuk selalu menghindari area tertutup yang sudah lama tidak dibersihkan guna meminimalisir risiko penularan penyakit mematikan ini.

Warga sangat disarankan untuk menutup rapat setiap celah bangunan yang berpotensi menjadi jalan masuk bagi kawanan tikus ke dalam lingkungan rumah.

Metode pembersihan lantai menggunakan pel basah juga sangat dianjurkan agar partikel debu berbahaya dari kotoran hewan pengerat tersebut tidak beterbangan dan terhirup.

Kelompok pekerja di sektor pertanian serta masyarakat yang sering beraktivitas di alam bebas dinilai memiliki risiko penularan yang jauh lebih tinggi.

“Jika Anda mulai merasakan gejala seperti demam tinggi yang disertai nyeri otot hebat, terutama setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko atau memiliki riwayat kontak dengan hewan pengerat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Rio.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong Margareth Aryani Santoso sangat menekankan pentingnya respons medis yang cepat dalam menghadapi potensi penyakit menular ini.

“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Melalui ketersediaan fasilitas ruang isolasi yang modern dan tim medis yang kompeten, Bethsaida Hospital siap menjadi garda terdepan dalam menangani berbagai tantangan kesehatan masyarakat, termasuk risiko penyakit infeksi seperti Hantavirus,” katanya.