Kementan Alokasikan 151 Ribu Dosis Vaksin PMK untuk Jawa Barat Sepanjang 2026

Petugas kesehatan hewan menyuntikkan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi milik warga di Desa Sukowetan. (Dok. Ist)

Faktabatam.id, NASIONAL – Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menyiapkan 151 ribu dosis vaksin guna memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian dari program akselerasi vaksinasi PMK di Jawa Barat yang dilakukan secara masif dan terukur untuk melindungi sektor peternakan dari ancaman wabah.

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa penyaluran vaksin ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian peternak. Fokus utama pemerintah adalah menjaga agar populasi ternak tetap sehat dan produktif.

“Ini sebagai upaya melindungi ternak, menekan risiko penularan, serta menjaga keberlanjutan sektor peternakan,” kata Hendra Wibawa dalam konfirmasinya di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Target Nasional dan Skema Distribusi

Secara nasional, Kementan menargetkan penyaluran 4 juta dosis vaksin PMK sepanjang tahun 2026. Alokasi ini dibagi ke dalam tiga zona strategis, yakni 80 persen untuk zona pemberantasan, 15 persen untuk zona pengendalian, dan 5 persen sebagai stok cadangan nasional guna mengantisipasi munculnya kasus baru secara mendadak di daerah.

Untuk wilayah Jawa Barat sendiri, total alokasi 151 ribu dosis akan dibagi menjadi dua periode penyaluran. Periode pertama dilaksanakan pada Januari hingga Maret, sementara periode kedua akan dilakukan pada Juli hingga Agustus. Setiap periode direncanakan menyerap sebanyak 75.500 dosis vaksin.

“Untuk Jawa Barat, Kementan mengalokasikan 151 ribu dosis vaksin PMK di tahun 2026,” ujarnya.

Pada pengiriman tahap pertama di bulan Januari, Jawa Barat diketahui telah menerima sebanyak 60.000 dosis. Sisanya akan segera dikirim secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Koordinasi distribusi ke tingkat kabupaten dan kota sepenuhnya akan dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.

Data Kasus dan Urgensi Biosekuriti

Berdasarkan data pemantauan hingga 1 Februari 2026, tercatat telah terjadi 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat. Mengingat kepadatan populasi ternak dan tingginya lalu lintas ternak antarwilayah, Jawa Barat kini masuk dalam prioritas utama pengendalian nasional.

Hendra menegaskan bahwa kesuksesan vaksinasi PMK di Jawa Barat sangat bergantung pada kedisiplinan peternak dalam menerapkan biosekuriti. Vaksinasi berfungsi meningkatkan kekebalan, namun biosekuriti berperan penting mencegah virus masuk melalui peralatan, kendaraan, maupun interaksi manusia.

“Vaksinasi dan biosekuriti merupakan satu kesatuan dalam memutus rantai penularan PMK. Oleh karena itu, upaya vaksinasi harus dibarengi dengan penerapan biosekuriti yang disiplin dan berkelanjutan,” pungkas Hendra.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan para peternak, diharapkan penyebaran virus PMK dapat ditekan secara signifikan demi mendukung ketahanan pangan nasional.