Faktabatam, NASIONAL – PT Pertamina terus memperkuat komitmen akselerasi transformasi digital Pertamina melalui implementasi kecerdasan buatan untuk menciptakan nilai bisnis baru secara maksimal pada sektor energi.
Senior Vice President Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo memaparkan komitmen strategis tersebut dalam pameran Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 di Tangerang.
Sigit menjelaskan bahwa arah transformasi digital tersebut telah diselaraskan secara penuh dengan menempatkan penciptaan nilai sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan.
Pemanfaatan teknologi canggih ini diharapkan dapat terukur secara presisi sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap performa finansial korporasi ke depan.
“Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur, dan berdampak langsung terhadap bisnis. Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar 300 juta Dolar AS pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” ucap Sigit.
Pertamina mengandalkan program Digital Factory dengan pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir mulai dari pemetaan masalah bisnis hingga penerapan solusi teknologi.
Keseriusan manajemen puncak dibuktikan dengan pembentukan fungsi khusus yang bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama guna mengoordinasikan seluruh inisiatif digital perusahaan.
“Pertamina membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di perusahaan. Saat ini fungsi tersebut dikenal sebagai Pertamina Digital Hub dan melapor langsung kepada CEO. Hal itu mencerminkan komitmen kuat perusahaan,” jelas Sigit.
Pemilihan teknologi canggih tersebut selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang terjadi di lapangan alih-alih sekadar mengikuti tren semata.
“Setelah konsep disepakati bersama bisnis, tim khusus atau squad akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI tersebut. Selanjutnya, bisnis akan mengimplementasikan MVP tersebut, dan ketika terbukti berhasil, kami melakukan scale-up. Pada tahap itulah kami mulai merealisasikan nilai bisnis yang nyata,” papar Sigit.
Hasil implementasi transformasi digital Pertamina ini terbukti sukses mendulang penciptaan nilai lebih dari 35 juta Dolar AS sepanjang tahun 2024.
Angka keuntungan operasional tersebut kemudian melonjak tajam menjadi hampir 80 juta Dolar AS pada tahun 2025 yang sukses melampaui target awal perusahaan.
Pertamina saat ini kembali menaikkan standar kinerja dengan membidik target penciptaan nilai sebesar 150 juta Dolar AS pada tahun 2026.
“Pada tahun 2026, kami juga mulai menerapkan KPI bagi unit bisnis untuk memastikan realisasi value creation dapat terukur dengan jelas. Itulah perjalanan yang sedang kami jalani saat ini,” kata Sigit.
Sistem kecerdasan buatan saat ini telah merambah seluruh rantai nilai energi perusahaan mulai dari sektor eksplorasi hingga penyaluran bahan bakar.
Program berbasis pembelajaran mesin bernama ChanceX di sektor hulu dilaporkan telah berhasil mendongkrak rasio keberhasilan eksplorasi cekungan migas hingga mencapai sepuluh persen.
“Kami juga terus memperluas implementasi AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya,” pungkas Sigit.















