Pakar Kesehatan Cornell Ungkap 5 Minuman Pantangan demi Menjaga Kesehatan Jantung

Ilustrasi berbagai jenis minuman kemasan tinggi gula dan pemanis buatan yang secara medis wajib dihindari demi melindungi fungsi sistem kardiovaskular. (Dok. Ist)

Faktabatam.id, NASIONAL – Pakar kesehatan lulusan Cornell University, Vassily Eliopoulos, membeberkan lima jenis minuman yang wajib dibatasi atau dihindari oleh masyarakat luas demi menjaga kesehatan jantung. Peringatan medis ini disampaikan karena rutinitas mengonsumsi cairan tinggi gula, alkohol, dan zat buatan secara berlebihan terbukti secara klinis dapat membebani kinerja sistem kardiovaskular secara kronis.

Vassily Eliopoulos menegaskan bahwa penerapan pola hidup sehat mutlak harus dijalankan secara konsisten setiap harinya. Langkah preventif tersebut tidak hanya terbatas pada rutinitas berolahraga secara fisik, tetapi juga sangat bergantung pada ketelitian setiap individu dalam memilih asupan cairan harian yang tidak berisiko merusak organ kardiovaskular.

Jenis minuman pertama yang menjadi sorotan utama adalah jus buah. Meskipun secara umum sering dianggap sebagai pilihan asupan cairan yang sangat menyehatkan, jus buah nyatanya berpotensi memberikan dampak buruk bagi jantung karena memiliki kandungan kalori dan gula yang sangat tinggi.

“Ini adalah gula cair tanpa serat. Percaya atau tidak, dalam sebagian besar penelitian, minuman ini meningkatkan kadar gula darah lebih cepat daripada soda. Hal ini menyebabkan trigliserida meningkat dan secara kronis melatih pankreas Anda untuk memproduksi insulin secara berlebihan,” kata Vass.

Minuman kedua yang masuk dalam daftar peringatan adalah aneka ragam sajian minuman kopi manis. Kopi murni pada dasarnya memiliki manfaat medis jika dikonsumsi dengan takaran yang benar. Namun, tambahan gula berlebih, sirup, hingga krimer justru meniadakan manfaat tersebut dan meningkatkan risiko obesitas.

“Itu seperti makanan penutup dalam cangkir setiap pagi, yang diselimuti aura kesehatan karena mengandung kopi,” ujar dia.

Ketiga, pakar kesehatan ini menyoroti tren konsumsi minuman olahraga (sports drink). Cairan isotonik komersial ini umumnya sarat akan kalori serta mengandung bahan tambahan sintetis seperti pewarna buatan. Vassily Eliopoulos menilai konsumsi minuman jenis ini pada hakikatnya hanya direkomendasikan bagi atlet profesional yang menjalani pemulihan pasca-latihan fisik ekstrem.

“Air dan elektrolit melakukan tugasnya tanpa menyebabkan kerusakan metabolisme,” ujar dia.

Keempat, Vassily Eliopoulos menyarankan pembatasan konsumsi alkohol secara sangat ketat, yakni batas maksimal tidak lebih dari dua gelas dalam rentang waktu satu bulan. Kebiasaan menenggak minuman beralkohol secara rutin diidentifikasi sebagai pemicu utama lonjakan tekanan darah tinggi, gangguan kualitas tidur, hingga peningkatan level peradangan sistemik di dalam tubuh.

Kelima, minuman soda diet turut dilarang keras apabila masyarakat ingin menjaga kesehatan jantung. Walaupun sering dipasarkan dengan klaim label yang lebih sehat karena rendah kalori, kandungan pemanis buatan di dalam soda diet secara medis tetap berisiko memicu respons kelenjar insulin.

“Mereka juga mengubah komposisi mikrobioma usus Anda dan, dalam studi besar, secara independen dikaitkan dengan kejadian kardiovaskular,” kata dia.

Menghindari kelima jenis cairan tersebut dan beralih mengonsumsi air mineral murni merupakan langkah sederhana namun sangat krusial untuk memastikan sistem pembuluh darah dan organ jantung tetap prima dalam jangka panjang.