BPS Catat Tingkat Inflasi Tahunan Februari 2026 Mencapai 4,76 Persen

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono. (Dok. Ist)

Faktabatam.id, NASIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan terbaru terkait tingkat inflasi Februari 2026 di Indonesia. Berdasarkan data resmi tersebut, laju perekonomian nasional terpantau mengalami inflasi secara tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 4,76 persen. Laporan ini memberikan gambaran nyata mengenai pergerakan harga barang dan jasa pokok yang dikonsumsi masyarakat secara nasional.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan data makroekonomi tersebut di Jakarta pada Senin (2/3). Ateng menjelaskan bahwa lonjakan tingkat inflasi tahunan ini terjadi sejalan dengan adanya peningkatan yang signifikan pada Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam kurun waktu satu tahun ke belakang.

“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada bulan Februari tahun 2025 menjadi 110,50 pada Februari tahun 2026,” kata Ateng Hartono di Jakarta, Senin.

Kenaikan IHK mencerminkan fluktuasi rata-rata harga dari sekeranjang barang dan jasa standar yang merepresentasikan pola konsumsi masyarakat di berbagai wilayah. Indikator ekonomi ini rutin dipublikasikan oleh lembaga statistik negara sebagai instrumen utama untuk mengukur pergerakan inflasi, mengawasi daya beli warga, serta memantau pergerakan harga komoditas primer di pasar domestik.

Selain melaporkan data laju secara tahunan, BPS juga mencatat tingkat pergerakan secara bulanan atau month-to-month (mtm). Ateng mengungkapkan bahwa inflasi bulanan tercatat berada pada angka 0,68 persen (mtm). Angka ini menunjukkan adanya eskalasi harga barang dan jasa apabila dibandingkan dengan catatan indeks harga pada bulan Januari 2026.

Lebih lanjut, Ateng juga merinci data mengenai tingkat inflasi tahun kalender berjalan atau year-to-date (ytd). Berdasarkan catatan BPS, laju inflasi tahun kalender tercatat mencapai 0,53 persen pada periode bulan kedua ini. Angka tersebut diperoleh melalui kalkulasi perbandingan antara tingkat harga saat ini terhadap posisi indeks pada bulan penutup tahun sebelumnya.

Rilis data inflasi Februari 2026 dari BPS ini berperan sebagai basis informasi krusial bagi pemerintah, otoritas moneter, dan pemangku kebijakan lainnya. Statistik ini dijadikan acuan dasar dalam merumuskan dan mengevaluasi efektivitas kebijakan ekonomi, menjaga stabilitas nilai mata uang, serta menyusun langkah intervensi pasar yang diperlukan ke depan.