Faktabatam.id, NASIONAL – Penurunan intensitas curah hujan di sebagian wilayah Jawa Timur mulai memicu dampak kekeringan di Kabupaten Bondowoso. Desa Klekean yang terletak di Kecamatan Botolinggo menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat minimnya pasokan air sejak Rabu (28/1/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kondisi ini menyebabkan lahan persawahan di area tersebut tidak memperoleh pengairan yang memadai. Tanah di kawasan persawahan terpantau mengering, sehingga mengancam aktivitas pertanian warga setempat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, tercatat sebanyak 149 Kepala Keluarga (KK) mulai mengalami kesulitan air bersih akibat fenomena alam ini. Menanggapi situasi tersebut, pemerintah daerah bersama BPBD segera melakukan langkah darurat.
“Kekeringan tersebut berdampak pada 149 KK. Sebagai langkah respons cepat, BPBD Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah daerah setempat telah melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak,” tulis laporan resmi BNPB.
Pihak berwenang mengimbau agar warga di kawasan terdampak dapat menggunakan cadangan air secara bijak. Meskipun sebagian wilayah Jawa Timur lainnya mengalami curah hujan tinggi yang memicu banjir, perbedaan kondisi geografis dan curah hujan lokal membuat Kecamatan Botolinggo justru mengalami krisis air.
Selain menangani dampak kekeringan di Kabupaten Bondowoso, BNPB juga mengingatkan masyarakat luas untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih belum stabil.
“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” lanjut imbauan tersebut.
Hingga saat ini, pemantauan terhadap ketersediaan air bersih dan kondisi lahan pertanian di Desa Klekean terus dilakukan oleh petugas di lapangan guna menentukan langkah mitigasi selanjutnya jika musim kemarau berlanjut.















